The International Telecommunication Union (ITU), sebuah divisi dari PBB yang didedikasikan untuk pengawasan teknologi telekomunikasi global (radio, televisi, satelit, telepon dan Internet), mendirikan program IMT-2020 (International Mobile Telecommunication 2020) di awal 2012 untuk memulai perlombaan teknologi global menuju 5G.

ITU telah menetapkan persyaratan utama 5G sebagai kecepatan pengunduhan minimum puncak 20Gb / s (100Mb / s “pada pengalaman pengguna”), puncak pengunggahan minimum 10Gb / s (50Mb / s “pada pengalaman pengguna”), sebagai perbandingan millisecond latencie dan dukungan untuk 100 perangkat per meter persegiĀ  atau sama dengan 1 juta perangkat per kilometer persegi.

Sebagai perbandingan, standar 4G meminta pengunduhan tertinggi 100Mb / dtk dan unggahan 50Mb / dtk. Laporan pertengahan 2018 mematok T-Mobile karena memiliki kecepatan unduhan 4G LTE tercepat di AS mencapai 21,5Mb / dtk, memimpin Verizon 20,5Mb / dtk. Sementara itu, untuk referensi, chip modem 5G Qualcomm (Snapdragon X50), dikatakan mampu berkecepatan hingga 5 Gb / s, batas teoretis yang melebihi laju data bahkan banyak koneksi kabel berbasis optic.

Peningkatan dari 56K dial-up ke Internet kabel tampaknya seperti perbandingan yang tepat untuk kinerja yang dijanjikan oleh 5G dan akan dimungkinkan melalui pendekatan tiga cabang untuk membangun upaya:

  1. keseluruhan bandwidth jaringan (mendukung miliaran perangkat terhubung baru).
  2. latensi super rendah (waktu respons 1ms).
  3. penekanan pada keandalan, bahkan di lingkungan yang sangat padat atau di dalam ruangan.

Written by Bhinneka

Bhinneka merupakan pionir e-commerce di Indonesia yang melayani segmen perorangan, UKM, korporasi dan institusi pemerintahan untuk pengadaan barang dan jasa, meliputi perangkat, peralatan, perkakas dan solusi. Bhinneka melayani kebutuhan pengadaan perusahaan melalui platform Bhinneka Bisnis di b2b.id, maupun yang fokus pada bisnis cetak format besar melalui Digital Printing Solutions (DPS), serta bekerja sama dengan LKPP untuk pengadaan pemerintah melalui e-Katalog. Bhinneka juga melakukan ekspansi bisnis di luar 3Cs yakni dengan melengkapi pilihan kategori MRO (Maintenance, Repair, Operational) untuk kemudahan pelanggan korporasi membeli beragam kebutuhan. Untuk menjawab tantangan industri, sebagai perusahaan digital yang visioner, Bhinneka mengembangkan Business Solutions yang menghadirkan IoT Solution, System Integration & Customized Solution, dan Infrastructure Solution.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s