Amplifier atau amp merupakan sebuah alat yang mampu memperkuat suara gitar atau bass yang kamu mainkan.

Bila memainkan gitar di kamar mungkin hanya perlu sebuah amp kecil 10 hingga 30 watt dan lebih sesuai dengan speaker 4 hingga 10 inci. Sedangkan memainkan bass dikamar butuh amp kecil 15 hingga 50 watt dengan speaker 6 hingga 15 inci. Frekuensi suara bass yang rendah, membutuhkan amplifier bass dengan tenaga lebih besar agar mampu mendorong lebih banyak suara bass ke speaker. Bila tidak ingin tetangga disekitar terganggu ketika berlatih memainkan gitar, pastikan amp yang kamu pilih memiliki jack headphone.

Gitaris yang ingin bergabung dengan sebuah band atau mungkin ingin melakukan konser bisa memilih model yang lebih kuat mulai dari 50 hingga 150 watt lebih dengan speaker dengan diameter 10 hingga 15 inci. Bass mungkin butuh amp 60 hingga 300 watt lebih untuk tampil dipanggung.

Amplifier bisa memiliki kontrol mulai dari satu hingga selusin lebih, umumnya amp dilengkapi dengan kontrol switch on/off, kontrol volume, kontrol untuk treble dan bass, bahkan amp dengan harga lebih mahal juga memiliki kontrol mid-range untuk menyesuaikan nada antara bass dan treble. Bila bermain disebuah aula besar penting memiliki amp dengan control reverb, agar suara gitar atau bass yang dihasilkan menjadi lebih baik.

Jenis amp gitar dan bass
Perusahaan seperti Fender, Marshall, Line 6, Oldfield, Mesa Boogie, Ampeg, orange, Peavey, Roland, Trace Elliot dan Vox memproduksi amp tradisional untuk gitar elektrik, amp bass untuk gitar bass dan amp akustik untuk hibrid akustik-elektrik dan lainnya khusus untuk gitar akustik.

marshall-DSL100H-0

Amp memiliki kualitas berbeda dalam mengeluarkan nada yang dihasilkankan dari masing-masing jenis instrumen. Harga dan kualitas suara juga tergantung dari jenis teknologi yang digunakan amp, berikut teknologi yang sering digunakan amp:

Solid-State
Amp solid-state menggunakan transistor untuk memperkuat instrumen. Bobotnya lebih ringan dari amp vacuum dan menggasilkan suara cukup baik meski harganya lebih murah. Amp dengan teknologi solid-state ideal digunakan gitaris pemula.

Valve
Amp Valve memperkuat suara menggunakan vacuum tube. Jenis ini lebih berat dari amp solid-state dan harganya sering lebih mahal. Sebagian besar gitaris sangat menyukai suara yang dihasilkan dari amp valve. Teknologi amp yang berasal dari tahun 1950 dan 1950-an menghasilkan suara yang hangat dan lebih kaya dibanding amp jenis lain.

Modelling
Amp modelling menggunakan prosesor digital untuk mensimulasikan suara amp tube. Umumnya kamu bisa melakukan preset nada dan berbagai hal lain termasuk efek digital dengan amp modelling.

Modelling Valve
Amp jenis ini menawarkan prosesor digital dari amp modelling sekaligus dilengkapi dengan vacuum tube dari amp valve, sehingga menjadikannya sebuah amp yang sangat sempurna.

Penting untuk diperhatikan, amp gitar dirancang untuk gitar sehingga sebaiknya tidak menggunakan gitar bass pada amp gitar, kerena kemungkinan bisa merusak speaker disebabkan frekuensi suara rendah dari gitar bass.

Temukan berbagai pilihan Amplifier sesuai kebutuhan-mu hanya di Bhinneka.Com

Written by Bhinneka.Com

Diluncurkan tahun 1999, Bhinneka.Com adalah pelopor e-Commerce Indonesia dan pemimpin pasar lokal untuk kategori produk 3C: Computer, Communication Technology & Consumer Electronics. Selain channel online, Bhinneka.Com juga memiliki jaringan store offline sejak tahun 2004. Perusahaan menjalankan servisnya sendiri untuk memberikan layanan purnajual terbaik. Didirikan di Indonesia, Bhinneka.Com hanya menjual produk-produk original dan terus berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk konsumen nusantara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s