Kini sejumlah perangkat baru telah dilengkapi dengan teknologi pengisian wireless. Meski terdengar ajaib, sebenarnya kemampuan transfer tenaga listrik secara wireless telah ada sejak tahun 1891. Fungsi ini perlahan tapi pasti mulai diadopsi pada perangkat kecil sehingga semakin memudahkan kamu melakukan pengisian ulang baterai perangkat.

wireless charger

Cara kerja wireless charger
Wireless charger disebut juga dengan pengisian induktif. Artinya, bila kamu mengaliri listrik melalui kawat akan menghasilkan medan magnet. Dengan daya yang cukup serta semua kawat bergerak kearah yang sama, kamu akan menghasilkan medan magnet yang kuat untuk menghasilkan arus listrik dalam bentuk kumparan didalam perangkat. Kumparan ini terhubung dengan baterai sehingga tenaga baterai bisa terisi.

Kelemahan listrik wireless
Saat ini produk komersial berkemampuan wireless charger terbatas hanya untuk perangkat kecil seperti smartphone yang tidak memerlukan arus listik besar dan bisa bekerja dengan baik ketika stasiun pengisian dan perangkat hanya beberapa sentimeter jauhnya.

Keunggulan listrik wireless
Banyak keuntungan yang diperoleh dari teknologi wireless charger. Meski tidak semua perangkat atau alat yang membutuhkan listrik bisa menjadikannya amunisi, namun bagi perangkat tertentu bisa menjadi senjata andalan dalam dunia elektronik.

Perangkat Android
Perangkat Android memandang wireless charger sebagai fitur dan perangkat yang paling terkenal dengan fitur wireless charger ialah Samsung Galaxy S6. Salah satu keistimewaan perangkat ini ialah dilengkapi dengan dua standar berbeda untuk pengisian nirkabel. Ada dua standar berbeda untuk pengisian nirkabel didunia Android yaitu Qi dan PMA. Galaxy S6 menjembatani kesenjangan tersebut dengan bisa menggunakan dua model pengisian wireless.

Sedangkan Apple hingga kini belum merilis perangkat berkemampuan isi ulang wireless. Sejumlah teori menarik muncul antara lain, spekulasi yang menyebut mereka sedang menunggu siapa yang keluar sebagai pemenang untuk menjadi standar pengisian wireless dan lainnya meyakini Apple sedang mengembangkan sendiri teknologi pengisian wireless.

Internet of Things
Pada dasarnya Internet of Things (IoT) terdiri dari banyak perangkat kecil yang semuanya terhubung bersama-sama. Mereka semua membutuhkan sumber listrik, mulai dari sensor suhu hingga sensor buka-tutup pintu, semuanya merupakan perangkat yang biasanya memerlukan baterai atau catu listrik untuk beroperasi.

Bila kamu memiliki perangkat yang menggunakan baterai, perlu ditempatkan diarea yang mudah dijangkau agar kamu bisa menggantinya dengan mudah. Pengisian nirkabel sangat bermanfaat disini, karena perangkat kecil tersebut hanya butuh arus listrik rendah yang konstan sehingga kamu tidak perlu bersusah payah mengganti baterai atau mencari sumber listrik agar perangkat bisa beroperasi.

Written by Bhinneka.Com

Diluncurkan tahun 1999, Bhinneka.Com adalah pelopor e-Commerce Indonesia dan pemimpin pasar lokal untuk kategori produk 3C: Computer, Communication Technology & Consumer Electronics. Selain channel online, Bhinneka.Com juga memiliki jaringan store offline sejak tahun 2004. Perusahaan menjalankan servisnya sendiri untuk memberikan layanan purnajual terbaik. Didirikan di Indonesia, Bhinneka.Com hanya menjual produk-produk original dan terus berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk konsumen nusantara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s